Ku tuliskan kenangan tentang,
Cara ku menemukan dirimu,
Tentang apa yang membuat ku mudah,
Berikan hati ku padamu..
Tersingkap sebuah detik indah,
yang menguji keimanan dan kesucian sebuku hati...
Ku masih ingat saat pertama kali ku melihat dirimu...
Terlalu indah untuk ku ungkapkan rasa yang terbuku di hati ini. Walau hanya sekilas pandang, namun terdetik dibenak hati untuk mengenali dirimu.
Benar pandangan itu umpama panahan yang bisa mencucuk-cucuk hati dan iman.
Pernah ku rasakan, apakah pernah ku mengenali dirimu? Haruskah aku?
Wajahmu manis sungguh indah sekali dipandang....
Namun dek kerana malu membatasi, aku simpan aja hasrat itu.
Benar Tuhan itu menguji hamba-Nya agar mereka sedar apakah makna sebuah kehidupan...
Suatu hari, ku terima kiriman darimu
Tertulis:
"Tiada kebanggaan bagi seorang perempuan jadi perhatian banyak laki-laki"
Sebuah bait indah yang membuatku lebih terpesona dengan kecantikanmu..
Sungguh Detik Itu sentiasa berputar dipikiran ku.... indah budimu buat ku tunduk pada kemulian pekertimu
Takkan habis sejuta lagu,
Untuk menceritakan cantikmu,
Kan teramat panjang puisi untuk menyuratkan cinta ini..
Kami langsung 'berwhatsappan'
Ada saja topik yang menjadi perbualan
Dari asalnya hanya bertanya khabar...
Langsung menasihat dan berkongsi kata2...
Aku tahu benda ini memang cliche....
Tapi kita pun selalu cakap-cakap kosong dengan orang yg kita sayang... tapi kebahagiaan tetap hadir walau seketika....
Jujur ku katakan, kerancakkan kami 'chat' adalah disebab kami punyai minat sama....
Kami minat ungkapan dan kata-kata indah....
Dan dari situlah kami mula berkongsi kata2 cerita
Dari situ jugalah ku mulai belajar isi hati dia, cara dia berfikir....
Benar manusia itu unik...
Dan kerana keunikan itu lah ku punya minat untuk mengenali dirinya
Hari ke hari berlalu, kerancakannya sukar dinafikan
Walaupun kami hanya berchat sahaja, tak pernah pun berjumpa,
Suaranya pun tak pernah ku dengar,
Tapi itu sudah memadai bagiku...
Aku pernah berpikir tentang,
Hidupku tanpa dirimu,
Dapatkah lebih indah dari,
Yang ku jalani sampai kini..
Hidupku tanpa dirimu,
Dapatkah lebih indah dari,
Yang ku jalani sampai kini..
Tak ku nafikan perbualan itu menjadi semakin rancak...
Dari hanya kata-kata semangat hingga ke bicara menyentuh soal hati...
Ku petik sebuah kata indah darimu:
"Andai sudah punyai, jagalah hati insan itu sebaiknya,
mungkin diawalnya banyak kelebihannya yang kau nampak,
tapi hakikatnya punya kelemahan yang perlu kau terima..
Ikhlaskan hati padanya, berdoalah dan berusahalah...
Moga Tuhan permudahkan jalannya..."
Benar hati ini rapuh, mudah dilambung dan mudah ditenggelamkan...
Ku mula menaruh rasa padamu...
Awalnya ku nafi dan pendamkan saja rasa di hati ini.
Kerna ku rasa ku belum bersedia untuk saat itu dan ku punya janji yang belum mampuku tepati.
Namun semakin ku nafikan rasa itu, semakin kuat sahaja ia menguji. Aku akhirnya tewas dalam lamunan cinta khayalan yang menipu.
Hakikat sebenarnya, aku hanya memendam rasa keseorangan kerna ku masih malu untuk berterus terang kepada dia.
Dan disebabkan itu jugalah sakitnya ku harus pendam sendiri aja.
Aku rela hidup begini kerna aku risau jika ditolak, mampukan aku menahan kesedihan itu .
Telah habis sudah cinta ini,
Tak lagi tersisa untuk dunia,
Kerna telah ku habiskan,
Sisa cintaku hanya untukmu..
Tak lagi tersisa untuk dunia,
Kerna telah ku habiskan,
Sisa cintaku hanya untukmu..
Akan ku cuba untuk membahagiakan mu,
Sehinggakan terdetik kaulah destinasi hidup ku..
Akan ku abadi kau dalam setiap helaan nafasku...
Namamu sentiasa ada di dalam setiap doaku,
Ku tatap gambarnya disaat ku rindu,
Ku tersenyum bahagia
Ku tahu ia memang Cliche...
Tapi benarkan, cinta itu membutakan
dan bisa saja orang hilang warasnya kerna cinta...
Ku rasakan bahawa menyintai dia secara diam adalah terbaik,
kerna ia masih terlindung dan tidak mengundang fitnah manusia...
Sedang aku lupa, ku mula mengangkat manusia menjadi tandingan Tuhan yang seharusnya ku puja...
Keadaan mula getir pabila ku rasakan hidupku tak tenteram jika tak melihat dirinya.
Ingin aja ku tatap wajahmu ditiap saat senang dan susah,
Ku tahu biar ia bercanggah, asalkan cinta ku tak pernah menyerah,
Ku sanggup bersusah agarku dapat bertemu dirinya...
Ku rasakan diriku semakin menggilai dirinya,
Walau ku sedar darjatmu lebih tinggi dari ku,
Kerna engkau Solehah, sedang aku masih termengah-mengah
Lembutmu, cantikmu, ayumu
Membuatkan ku rasa ingin ku miliki mu,
Namun semakin ku mengenali mu,
semakin bertambah keresahan dihati ini
Ku buntu,
Bukankah Cinta itu seharusnya Menguatkan?
Bukan melemahkan...
Ku mula dilema dengan rasa ini,
Hingga ku mula cemburu tanpa punca....
Aku Buntu... Aku Buntu....
-------------------------Bersambung---------------------------

No comments:
Post a Comment