Sunday, April 15, 2018

Surat Cinta Buat Hati (SCBH) - Part 2




Bila habis sudah waktu ini,
Tak lagi tersisa pada dunia,
Telah ku habiskan sisa cintaku,
Hanya untukmu...


Dan kebuntuan itu memakan diriku,
Aku tenggelam dalam lautan cinta manusia,
Apa yang telah ku lakukan,
Ku terbayang akan dirimu,
Hatiku gelisah jika ku tak terima perkhabaran darimu...

Lihatlah manusia, bagaimana pabila rasa melebihi kewarasan,
Cintailah manusia...
Namun jangan sampai melangkaui had-had yang ditetapkan-Nya...

Keadaan bertambah rumit,
Pabila ku melihat dirimu mesra dengan kawan lelakimu,
Hati ini bagai dicucuk-cucuk duri,
Benar rasa cemburu mengaburi diri...

Aku cemburu buta,
Melihat dirimu mesra dengan sahabatku,
Walaupun itulah sahabatku yang pernah ku sanjung dahulu,
Namun kerna hasad yang mengaburi, sahabatku kini menjadi musuhku...

Benarlah kata orang...
Kerna wanita, manusia bisa putus saudara,
Sakitnya hati ini hanya Tuhan sahaja yang tahu...

Namun aku sedar,
Andai sahabatku itu yang terbaik buat dirimu,
Sanggupkah ku korbankan kebahagiaan dirimu,
Demi kemahuan diriku....

Rasa bersalah mula menyelubungi diri ini. Aku hanya pentingkan diri sendiri. Aku cemburu sedang ku masih belum memiliki. Ku lemah dan tewas sedangkan ku belum benar-benar diuji....
Apakah itukah tanda ku perlu mengundurkan diri?...

Ku mula merasakan diriku tak setanding dengan dirimu. Pernah ku merasakan bahawa diriku tak layak jika nak dibandingankan dengan sahabatku itu. Sahabatku itu soleh, dan dirimu solehah. Sedangkan aku hanya perencah dunia yang fana. Jika terkurang tak punya rasa, jika terlebih hilang kesedapannya.

Ku mula bandingkan kekurangan diriku dengan kelebihan sahabatku.

Benar sakit itu amat dalam sekali. Aku terduduk keseorangan, kesepian.
Mengenang nasibku yang malang. Bagaimana ku bisa mendapatkanmu andai aku bukan terbaik buat dirimu. Aku mula memembenci diriku. Apa yang bisa ku lakukan agar kekuranganku dapat ku tutupi. Aku menangis kesedihan....

Ya Allah..... Aku mula merasakan bertapa tersiksanya mencintai makhluk.
 Aku lupa tentang makna asal penghidupanku. Sungguh aku telah menjadikan makhluk sebagai tandingan cintaku terhadap Tuhanku....
Maafkan diriku, ya Allah.... ampunilah daku.

Tiba-tiba,
Allah datangkan seorang lagi sahabat buatku,
Banyak hikmah yang Allah sampaikan padaku melalui dirinya.
Ku petik salah satu kata-kata darinya:

"Jangan tengok kelebihan orang lain sampaikan jadi racun pada kita"

Benarku belum bersedia untuk hadapi semua ini. Sungguh aku masih mentah dalam permainan ini. Fikirku cinta itu manis, tapi sebelum kau dapat rasakan manisnya itu kau perlu rasakan kepahitannya dahulu.

Aku mula berfikir waras kembali. Andai benar kau jodohku, cepat atau lambat pasti kita akan disatukan bukan. Dan andainya kau bukan milikku, akankah kau aku sakitkan sesudahku berharap dan memberi harapan. Maka bermula saat itulah ku cuba menyadarkan diriku. Ku cuba langkah baru iaitu ku mahu "Move On" dahulu. Akan ku baiki diriku agar masa depan kita tak seperti dahulu.

Jadi jika kau merasakan dirimu dipinggirkan, maafkan aku. Jika kau merasakan ku sedang menjauhi dirimu, maafkan aku. Jika kau merasakan aku tidak melayanmu seperti waktu dahulu, maafkan aku. Ku perlu padam silam ini agar ku bisa catit kisah baru, mungkin aja kisah itu bukan bersama dirimu...

Maafkan aku kerna telah merosakkan persahabatan ini. Kau anggap ku sahabat namun hatiku tak mengatakan begitu. Ku tak mampu selindungi lagi perasaan ini. Sakitnya tuh disini, di dalam hatiku. Tidak pula niatku untuk menyakitimu... Tak terlintas langsung dalam hati ini...
Benarlah katamu:

"Jangan gampangan ngasi hati sama orang lain"



Bila musim berganti,
Sampai waktu terhenti,
Walau dunia membenci,
Ku kan tetap disisi

Ku doakan agar kau sentiasa bahagia disamping orang-orang yang menyayangimu. Moga ceria-ceria selalu. Akan ku cuba agar di hati ini hanya akan selalu ada kamu, tapi selepas Tuhanku, Rasulku, Ibubapaku dan keluargaku. Namun aku hanya insan tak berdaya, yang kadang2 selalu berdusta dalam memberi harapan. Akan ku titipkan doa buat kita...

"Ya Allah,  andai inilah jalan cerita hidupku. Tunaikanlah apa yang terbaik untuk diri ini dan buat dirinya. 
Wahai Allah Sang Pemilik Hati, tetapkan hati ini untuk mencintai-Mu lebih dari yang lain... Limpahkan kerahmatan dan keampunan buat diriku dan buat dirinya...
Moga hati ini selalu tabah dan sabar, menghadapi ujian dari-Mu..."



Buat masa ini, inilah jalan yang ku pilih. Kerna ku yakin Allah itu sebaik-baik perancang dan lebih dekat dari apa yang hamba-hamba-Nya sangkakan. Dan inilah jalan yang ku pilih. Apakah ia Langkah Pengakhiran ku? Bersabarlah duhai hati. Jangan tunduk sebelum kau benar-benar diuji. MAAFKAN AKU YANG DAHULU...





-----------------TAMAT----------------

100418...

p/s: Cerita ini di ilham daripada lagu 'Surat Cinta Untuk Starla' nyanyian 'Virgoun' . Sebuah lagu yang indah kerna punyai banyak maksud yang bisa disampaikan.

 Terima kasih buat para penginspirasi-inspirasi sekalian. Kalian adalah yang terbaik. Tak mampu untuk ku balas jasa kalian. Kerna hadir kalian terus menginspirasi hidup ini.

Nasihat dari hati ini untuk diri ini....
"Jangan terlalu berharap dan jangan pula terlalu memberi harapan... Kita pun tak tahu apa jalan cerita kita dihadapan"๐Ÿ˜Š

Dan cerita ini hanyalah rekaan semata-mata. Tiada kaitan dengan yang TELAH hidup atau yang MASIH mati Hatinya...

-SCBH -



2 comments:

  1. Okay, boleh la mintak charge sikit๐Ÿ’ธ๐Ÿ’ธ..ayat sis jd inspirasi untuk sebuah crita.. jiwang bohh ..
    Haha, #sisgurau๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.. ingat, cinta ade dua, yg mmbutakan hati, atau yg mnyuluh kpd cahaya Illahi.. pilihlah dgn istikharah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ in sha Allah sis... Pesanan yang berguna.... Thank you

      Delete